Campus Channel ITB

12 komentar

"intinya kerja bersama-sama. Selama ini masing-masing bekerja sendiri-sendiri. Pdahal, kalau bergabung sangat luar biasa"

-Kompas Jawa Barat, 24 Sept 2007, Hal K-

Sekalian aja mas, gabungin sama Suara ITB sama ITB.ac.id. Abis itu sama Pikiran Rakyat, Bandunt TV, Pajajaran TV. Kalo perlu sekalian sama Kompas, Tempo, RCTI, Prambors, dll....

Kayaknya hebat tuh, siapa tahu bisa nyaingin CNN...

PS. tebak yang gw quote diatas omongan siapa??

Belum-belum udah korupsi

3 komentar

Tahu anggaran pelantikan Gubernur baru DKI Fauzi Bowo-Prijanto??

1,425 Miliar Rupiah!!!

Dana segitu katanya dialokasikan antara lain untuk pembelian mobil dinas bagi Wagub sebesar 600 juta Rupiah, pembuatan jas Rp. 75 juta, serta biaya pembuatan 1000 pasang foto Foke-Prijanto sebesar Rp 750 juta.

Mari kita tilik satu-persatu...

1.
Harga Toyota Camry, mobil yang diusulkan untuk dibeli, berdasarkan situs ini adalah Rp 560 Juta On The Road. Dengan harga segitu, kita dapat memperoleh Camry dengan tipe 3500 Q Automatic Lux yang notabene adalah kelas tertinggi dan termahal untuk Camry. Berdasarkan harga dasar pun dapat kita lihat bahwa harga yang diajukan oleh DPR lebih mahal Rp 40 juta dibandingkan dengan harga jual resmi. Pembelian mobil itu sendiri sebenarnya bukan tidak mungkin dilakukan dengan cara tidak resmi dan tidak etis sehingga dapat diperoleh harga yang jauh dibawah harga jual pasar. Yah, tapi kita anggaplah mereka membeli secara normal, berarti DPR sudah mendapatkan untung sebesar Rp 40 juta...

2
Harga jas, Rp 75 juta...jujur, saya sendiri tidak pernah membuat jas barang sebiji pun. Jadi kurang tahu keabsahan usulan harga ini. Tapi berdasarkan perkiraan saya, taruhlah harga sepasang jas paling mahal 30 juta rupiah (CMIIW), berarti untuk pembuatan jas Foke-Prijanto dibutuhkan dana Rp 60 Jjuta. Disini DPR mengambil untung lagi Rp 15 juta....

3.
Pembuatan 1000 pasang foto Gubernur-Wagub, yang untuk itu dicadangkan dana Rp 750 juta. Dengan hitungan sederhana, berarti kira-kira 1 buah foto + pigura dihargai Rp 350 ribu. Berdasarkan pengalaman, ayah saya pernah mencetak dan mempigura gambar sebesar kira-kira 100 x 40 cm lengkap dengan hiasan lampu yang dapat menyala dengan biaya hanya Rp 300 ribu. Apakah mungkin sebuah pigura sederhana sebesar kira-kira 40 x 50 cm dihargai Rp 350 ribu? Bila kita mengambil estimasi pigura ayah saya, yang jauh lebih besar, seharusnya hanya dibutuhkan dana sekitar Rp 600 juta. Berarti DPR mendapat untung kurang lebih Rp 150 juta...

Rp 50 juta + Rp 15 juta + Rp 150 juta = Rp 215 juta

Ckckck....Uang segitu kalau dibelikan beras bisa didapat 50 ribu liter beras kualitas sedang yang bisa dibagi-bagikan kepada mereka yang membutuhkan. Apalagi kalau dana pembelian laptop dialihkan ke pembelian sembako. Toh, banyak anggota DPR yang GapTek total..(baca ini)

Dasar....belum jadi Gubernur aja udah buang-buang uang rakyat

Game

0 komentar

Pernah mengunjungi situs ini? Cobalah maka anda akan ketagihan...

ps. tidak dianjurkan untuk mereka yang tidak suka bermain game

Anak-anak himpunan lagi keranjingan game diatas. Can u believe it? Gak cuma yang emang suka nyampah, tapi juga anak-anak HME yang biasanya hanya berkutat dengan rapat, software perancangan dan sejenisnya. Mereka kini lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer Yah....gak semuanya sih, tapi banyak anak-anak yang terkenal sebagai "anak himpunan sejati" ternyata terkena virus game ini. Yang salah satu pembawanya adalah saya....Begitu kuatnya virus ini hingga saat ini sudah mencapai daerah Penerbangan dan Perminyakan. Ckckck....


Saya sendiri memang dari dulu lebih suka bermain game online yang bertipe MMORPG (lupa kepanjangannya apa) daripada yang online-real time-RPG (agak ngaco istilahnya..yah, pokoknya game sejenis RO dan dotA). Saat ini saya sedang bermain 3 jenis game online MMORPG (freak ya???). Kenapa? karena game bertipe ini tidak mengharuskan kita meluangkan waktu berjam-jam secara terus menerus di depan komputer, dan tidak ada pula sistem voucher. Cukup luangkan waktu 1-2 jam sehari untuk mengamati perkembangan permainan anda. Cukuplah sebagai obat bosan setelah kuliah dan mengerjakan tugas.


Hal lain yang suka adalah, standar, teman.....dengan bermain game online seperti ini saya jadi memiliki beberapa teman maya dari penjuru dunia...bahkan bisa bertemu teman sekolah yang telah melanglang buana. Saya memang sejenis introvert, kurang suka bergaul dengan lingkungan sekitar, dan lebih menikmati mengobrol dengan orang-orang di dunia maya. Buat saya menarik berkenalan dengan orang baru, daripada bergaul dengan mereka yang itu-itu saja.


Game online toh tidak selamanya berpengaruh negatif. Percaya atau tidak, dengan bermain game saya bisa belajar diplomasi, organisasi, dan strategi sekaligus. Hebat ya....
Buktinya situs diatas, disana sudah terbentuk forum anak ITB yang perbincangannya sudah mencapai topik anggota kabinet, job desk, hingga blue print organisasi. Tidak kalah dari pembicaraan di himpunan bukan?



Jadi, tertarik? Lumayan kok untuk mengisi waktu, daripada pusing mikirin TA dan wisuda yang entah kapan....

Dream of my life

3 komentar

I want to be powerful

Ya, gw mau menjadi orang yang berkuasa. Gw gak mau jadi orang yang kaya, atau sangat kaya, karena di Jakarta, dan Indonesia, orang-orang kaya hanya akan menjadi sapi perahan mereka yang berkuasa.

Gw gak mau punya puluhan rekening yang masing-masing bernilai puluhan milyar rupiah kalau setiap hari harus menghadapi pemeras yang meminta jatah. Karena hidup di jakarta, terutama bagi mereka yang memiliki bisnis dan uang berlebih, berarti harus siap untuk menyisihkan uang sebagai jatah harian untuk orang lain. Dari orde ribuan rupiah hingga mencapai orde milyaran rupiah, mereka yang meminta jatahpun beragam, dari preman di persimpangan jalan hingga mereka yang memiliki ruang kerja di gedung rakyat.

Ya, Jakarta merupakan kota mafia dan gw berani bilang ini bukan cuma karena membaca majalah ataupun nonton televisi, tapi karena gw udah pernah mengalami hal ini.

Mungkin ada yang pernah baca mengenai sengketa dan pendudukan tanah yang melibatkan suatu perusahaan pengembang perumahan dengan warga sekitar setahun yang lalu. Perusahaan tersebut dituduh telah merebut tanah milik warga dengan paksa dan disuruh untuk membayar ganti rugi sebesar 20 Milyar rupiah (Coba tulis angka 2 dengan 7 angka nol dibelakangnya). Berdasarkan cerita bokap gw, yang bekerja di perusahaan tersebut, ternyata pendudukan tersebut diprakarsai dan dimotori oleh sekelompok pemuda asal maluku yang jelas tidak ada sangkut-pautnya dengan si pemilik tanah yang asli. Nah, kelompok inilah, yang sudah terkenal di dunia hitam jakarta, yang sebenarnya mengincar uang 20 M tersebut. Dan bokap gw, yang "kebetulan" berwenang mengenai masalah pertanahan pun yang akhirnya menjadi sasaran tembak mereka.

Ternyata prinsip "tidak pernah bekerja sama dengan teroris"nya Amerika yang sering kita lihat di film-film juga diaplikasikan di dunia nyata. Kata bokap sih bukan masalah uang 20 Mnya, tapi karena kalau sekarang dikasih, pasti mereka bakal minta-minta lagi. Karena pertimbangan itulah perusahaan memilih untuk mengungsikan bokap sekeluarga dari Jakarta. Pernah ngerasain jalan-jalan sampai ke Lombok selama 2 minggu gratis? Kemana-kemana dikawal Kopassus? atau musti contact-contactan buat tahu ruas jalan dan titik-titik mana saja di Jakarta yang "aman"? Yah..pengalaman ini membuat gw memiliki pengalaman menjadi orang penting. Hehehehe....

Lucunya lagi ternyata masalah sengketa ini tidak berkaitan dengan mafia doank. Terakhir bokap akhirnya tahu kalau otak yang maha besarnya adalah salah satu wakil walikota Jakarta yang sedang mencari dana untuk kampanye Pilkada. Ckckckck....

Yah..pengalaman itulah yang membuat gw ingin, dan sangat ingin menjadi orang berkuasa. Kekuasaan membuat lo dekat dengan kekayaan dan keamanan. Bukan berarti menjadi orang berkuasa membuat kita menjadi aman, tetapi menjadi orang berkuasa dapat membuat kita menyuruh orang-orang untuk mengamankan kita.

Mengamankan kita di kota mafia ini. Kota dimana dengan bermodalkan plat nomor mobil B 234 ... dan stiker berlambang garuda dapat membuat kita untuk legal membawa senjata api dan berbuat seenaknya di jalan raya.

Piss....

Soal gaji...

2 komentar

Adalah hal yang wajar bila seorang karyawan akan takut dan tunduk kepada orang yang menggajinya.

Tapi...Kenapa Polisi tidak pernah takut kepada masyarakat? Bukankah mereka digaji dengan uang pajak yang dibayar oleh masyarakat?

Kenapa selama ini polisi menimbulkan citra sebagai oknum yang senang memeras rakyat? Bukankah "mengayomi dan melindungi" menjadi slogan dari POLRI (maaf kalau salah), lalu kenapa image kesewenang-wenangan yang timbul pada diri seorang polisi?

Kenapa pada akhirnya kita yang takut kepada mereka? Bahkan disaat kita tidak memiliki kesalahan apapun

Nonton Bola....

0 komentar

Kemaren gw ngeliat JakMania...tumblek blek diatas belasan angkot,bus, dan kendaraan pribadi. Mulai dari abang-abang preman pulogadung, ampe anak-anak usia Playgroup.

Kata nyokap gw,
“Gak pada takut jatoh apa ya…”

Kata nyokap gw lagi,
“Kok pada mau-mauan ya…”

Klo kata bokap gw,
“Itu namanya pelampiasan, udah pada stress ngadepin kehidupan di Jakarta. Kan enak tuh klo nonton bola, bisa teriak-teriak,lempar-lemparan,gebuk-gebukan.”

Hmm…emang anak kecil udah bisa ngerasa stress ya?
Emang sih pendapat bokap gw itu ada benernya. Orang kalo lagi stress kan bawaannya marah-marah mulu. Gw aja kalo internet lagi lemot bawaannya pengen ngelempar laptop, untung mahal…..jadi wajar aja kalo tuh orang-orang stress pada seneng nonton bola. Soalnya yang namanya nonton bola di Indonesia pasti dapet bonus game lempar botol, kayu, ama bom Molotov.

Tapi tetep aja gw ngerasa gak bener kalo cara pelampiasan stressnya sampe menjurus ke anarki dan ngerugiin orang lain. Stressnya sih hilang, tapi kan dosa jadi nambah plus bikin stress orang lain. Gw juga kalo lagi nonton bola pasti bawaannya tereak-tereak, trus kalo tim jagoan gw kalah pasti mukul-mukul lantai. Tapi gak pernah tuh gw ampe mukul temen sebelah gw, walaupun dia ngedukung Milan.


Yah…impian gw suatu saat nanti penonton Indonesia bisa di kayak di Inggris, tentu saja tanpa hooligannya, dimana orang-orang bersorak sepanjang pertandingan, tanpa merasa perlu melemparkan sesuatu (secara fisik). Penonton bisa merasa aman, gak perlu takut kena lempar. Pemain pun bisa bermain dengan tenang. Kalo kayak gitu kan menonton bola langsung di stadion bisa menjadi hiburan yang aman dan menyenangkan, bahkan bagi keturunan hawa. Pastinya Indonesia juga gak bakal mungkin kena sangsi dari AFC, ato dari PSSI kalo penontonnya aman, tertib, dan terkendali

Demi aku yang lebih baik

1 komentar

Teringat sebuah lagu dari sang legenda Chrisye,

Bagaimana jika surga dan neraka tak pernah ada?

Atau bahkan lebih ekstrem lagi,

Bagaimana jika Tuhan itu tidak ada?

Akankah manusia tetap beribadah?

Jujur, aku memang tidak termasuk orang yang rajin beribadah. Bukan, bukan karena aku Atheis. Aku justru sangat mempercayai Tuhan. Aku begitu mempercayai Tuhan hingga aku ingin benar-benar merasakan-Nya. Aku tidak ingin menjadi Islam karena kedua orang tuaku Islam, aku ingin menjadi seorang Muslim setalah aku mencari dan menemukan Islam itu sendiri.

Aku ingin seperti Ibrahim yang berpindah dari satu Tuhan ke Tuhan yang lain hingga dia menemukan Allah, dan mengabdi padanya. Aku tidak ingin, seperti yang disiratkan lagu di atas, beribadah hanya karena “takut akan neraka dan merindukan surga”. Aku ingin beribadah di saat aku benar-benar membutuhkan ibadah. Di saat sholat menjadi sebuah kebutuhan dari hidupku, tidak hanya sekedar sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan 5 kali sehari karena takut dimarahin orang tua atau dicemooh teman-teman. Di saat nama Tuhan menjadi bagian dari kata-kataku dalam sehari, tidak hanya terucap pada saat mendapatkan kesenangan ataupun musibah. Di saat puasa benar-benar menjadi ajang pencucian jiwa, bukan sekedar waktunya menguruskan badan.

Aku ingin menjadi seorang Muslim sejati dari hati. Demi aku yang lebih baik

Happy Birthday to me…